Investasi

Pandemi belum pergi, ini tips agar aset tak tergerus

Kamis, 21 Mei 2020 | 19:28 WIB   Reporter: Dina Mirayanti Hutauruk
Pandemi belum pergi, ini tips agar aset tak tergerus

ILUSTRASI. Ilustrasi reksadana. KONTAN/Muradi/2017/09/26

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Bank Yudha Bhakti Tbk (BBYB) menyadari bahwa pandemi virus corona (Covid-19) telah mempersulit kondisi keuangan nasabah perseroan dan juga masyarakat secara luas. Pandemi ini telah menyebabkan krisis di luar dugaan di seluruh dunia, termasuk Indonesia.

Menghadapi kondisi tersebut, Bank Yudha Bhakti tidak tinggal diam. Perseroan telah membuat langkah awal menggarap komunitas digital dengan membuka layanan deposito online. Manajemen Bank Yudha Bhakti mengatakan, layanan ini dihadirkan untuk mendukung implementasi Banking From Home.

Baca Juga: Mumpung masih belajar di rumah, Kelas Pintar bikin fitur sekolah

Guna membantu masyarakat menghadapi dampak Covid-19 tersebut, Bank Yudha Bhakti bekerjasama dengan Akulaku Finance Indonesia menggelar Webinar (Web Seminar) bertajuk How To Manage Your Business and Asset to Anticipate Economic Slowdown During Global Pandemic.

Seminar tersebut sekaligus untuk memperkenalkan layanan deposito online untuk memudahkan masyarakat dalam mengakses produk deposito Bank Yudha Bhakti. Untuk bisa menikmati layanan ini, calon nasabah hanya perlu mengisi data diri untuk membuka tabungan deposito selanjutnya pihak BYB yang akan memproses aplikasinya.

Bank Yudha Bhakti juga menggandeng pakar perencana keuangan muda, Ken Handersen dalam seminar tersebut. Ia merupakan salah satu Founder dari Gatherich.

Pandemi ini memang diharapkan bisa cepat berlalu. Namun, bila berlangsung lama, Ken mengatakan, masyarakat harus bisa beradaptasi dengan kondisi itu agar bisa bertahan. " Kita juga harus memiliki respon yang bagus karena respon menentukan hasil," katanya.

Baca Juga: Restrukturisasi kredit terdampak corona masih didominasi bank BUMN, ini rinciannya

Lebih lanjut, Ken mengatakan, agar bisa mengatur aset dalam menghadapi pandemi ini maka kita harus mampu melihat profil investasi diri sendiri, apakah kita tergolong risk taker atau bukan.

Editor: Tendi Mahadi


Terbaru