Reporter: Hasbi Maulana
| Editor: Hasbi Maulana
Dengan selisih harga jual dan harga beli (spread) setebal itu, emas hanya cocok untuk investasi dalam jangka panjang. Secara jangka panjang kita berharap harga emas naik jauh lebih tinggi sehingga mampu menutup selisih harga jual dan harga buyback, sekaligus memberikan laba.
Sekadar ilustrasi, berikut ini kalkulasi potensi untung/rugi andaikata para investor emas lantakan pada beberapa kurun waktu.
- Membeli emas Antam pada 30 Desember 2020 (Rp 965.000 per gram) = -9,53% (rugi)
- Membeli emas Antam pada 06 Desember 2020 (Rp 960.000 per gram) = -9,06% (rugi)
- Membeli emas Antam pada 06 Oktober 2020 (Rp 1.017.000 per gram) = -14,16% (rugi)
- Membeli emas Antam pada 06 Juli 2020 (Rp 931.000 per gram) = -6,23% (rugi)
- Membeli emas Antam pada 06 April 2020 (Rp 931.000 per gram) = -6,23% (rugi)
- Membeli emas Antam pada 06 Januari 2020 (Rp 783.000 per gram) = 11,49% (untung)
- Membeli emas Antam pada 06 Oktober 2019 (Rp 761.000 per gram) = 14,72% (untung)
- Membeli emas Antam pada 06 Juli 2019 (Rp 701.000 per gram) = 24,54% (untung)
- Membeli emas Antam pada 06 April 2019 (Rp 660.500 per gram) = 32,17% (untung)
Kalkulasi di atas belum memperhitungkan Pajak Pertambahan Nilai (PPN) dan biaya materai.
Selanjutnya: Naik Rp 6.000 per gram, penguatan emas Antam diperkirakan masih akan berlanjut
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News