Investasi

Bursa turun, ini tips melakukan review portofolio investasi

Kamis, 26 Maret 2020 | 17:19 WIB   Reporter: Harris Hadinata
Bursa turun, ini tips melakukan review portofolio investasi

ILUSTRASI. Ilustrasi investasi reksadana. KONTAN/Muradi/2020/03/10

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) akhirnya kembali menguat. Kamis (26/3), IHSG naik 10,19% jadi 4.338,90.

Meski begitu, bila dihitung sejak awal tahun, IHSG sudah mencetak penurunan 30,95%. Penurunan IHSG ini tentu akan mempengaruhi target atau tujuan investasi investor.

Menurut Freddy Tedja, Head of Investment Specialist Manulife Aset Manajemen Indonesia (MAMI), penurunan kinerja instrumen investasi yang mempengaruhi tujuan awal investasi, menjadi sinyal bagi seorang investor untuk melakukan review atas portofolio investasi.

Freddy menjelaskan, ada beberapa kondisi yang bisa menyebabkan investor perlu mengkaji ulang portofolionya. Pertama, bila tujuan investasi berubah.

Kedua, tujuan investasi masih tetap, tapi jangka waktunya berubah. Misalnya, investor ternyata membutuhkan dana tersebut lebih cepat dari rencana awal.

Ketiga, tujuan dan jangka waktu investasi tidak berubah, tetapi terjadi kondisi luar biasa di pasar finansial yang mengganggu tujuan keuangan. Inilah yang terjadi saat ini.

Menurut Freddy, dalam kondisi normal, jangka waktu ideal untuk melakukan review adalah secara berkala setahun sekali. "Namun di kondisi seperti ini, review portofolio bisa dilakukan dalam waktu tiga bulan," jelas dia, Kamis (26/3).

Nah, mumpung Anda sedang work from home, Anda bisa lebih mudah meluangkan waktu untuk melakukan review portofolio investasi Anda. Bagaimana cara melakukan review portofolio yang tepat?

Pertama, jangan lupakan target atau tujuan investasi. "Ketika kita sudah menentukan tujuan keuangan yang akan kita capai, penting untuk melakukan diversifikasi atas portofolio investasi kita," imbuh Freddy.

Ini perlu dilakukan untuk menjaga apabila satu produk investasi hasilnya tidak sesuai rencana, produk yang lain mampu memberi imbal hasil lebih optimal.

Kedua, Freddy menyarankan investor melihat bagaimana posisi diversifikasi investasi saat ini. Ambil contoh, saat menyusun portofolio dulu, investor memilih menempatkan 50% dana di saham dan 50% di obligasi.

Namun seiring berjalannya waktu dan volatilitas di pasar, porsi investasi tersebut berubah. "Ternyata saat ini portofolio kita sudah berubah menjadi 30% saham dan 70% obligasi," kata Freddy.

Dalam kondisi tersebut, investor perlu menambah kembali porsi saham. Atau, investor bisa memindahkan sedikit porsi obligasi. Dengan demikian, komposisi portofolio kembali sesuai ke kondisi awal.

Jangan lupa, review portofolio tidak hanya dilakukan ketika kondisi pasar sedang gonjang-ganjing. Saat kondisi pasar sedang bullish pun, bisa saja porsi investasi dalam portofolio berubah.

Misalnya, karena pasar saham bullish, alhasil porsi investasi di saham meningkat jauh lebih besar ketimbang alokasi portofolio yang disusun investor. Dengan demikian, investor perlu melakukan review dan menyesuaikan lagi porsi investasinya.


Editor: Harris Hadinata


Terbaru