4 Cara mencari penghasilan tambahan di masa pandemi

Jumat, 12 Februari 2021 | 12:51 WIB   Penulis: Virdita Ratriani
4 Cara mencari penghasilan tambahan di masa pandemi

ILUSTRASI. 4 Cara mencari penghasilan tambahan di masa pandemi. KONTAN/Muradi


KONTAN.CO.ID - Mencari penghasilan tambahan tentu merupakan cara cerdas untuk menyehatkan keuangan di masa pandemi virus corona baru.

Penghasilan tambahan memungkinkan Anda untuk mendapat surplus arus kas bersih yang bisa digunakan untuk menabung maupun investasi.

Nilai arus kas bersih Anda dapatkan dari hasil selisih total pemasukan bulanan dan pengeluaran. 

Jumlah arus kas bersih ideal yang semestinya Anda miliki adalah setara dengan 10% dari total pemasukan per bulan, lebih besar tentu lebih baik. 

Bila arus kas bersih minus alias defisit, hal itu menandakan Anda memiliki pengeluaran yang lebih besar dari pemasukannya. 

Sehingga, Anda harus mengambil dana dari total aset lancar (tabungan, kas, dan setara kas) untuk memenuhi kebutuhannya atau berutang jika memang tidak lagi memiliki cadangan dana.

Baca Juga: Berikut pertimbangan beli rumah subsidi, komersial, atau tanah jika gaji Rp 5 juta

Cara menambah penghasilan tambahan di masa pandemi

Dirangkum dari keterangan resmi Lifepal, berikut adalah cara menambah penghasilan tambahan di masa pandemi: 

1. Kerja sampingan

Kerja sampingan adalah salah satu cara efektif untuk menambah jumlah pemasukan per bulan Anda.  Tetapi, sumber penghasilan yang Anda dapat dari kerja sampingan adalah penghasilan aktif atau yang akan memakan waktu, pikiran, juga tenaga.

Adapun risiko dari kerja sampingan antara lain adalah risiko yang berkaitan dengan fisik serta mental, mulai dari kelelahan, kecemasan, dan stres. 

Beberapa hal yang harus Anda lakukan jika memilih aktivitas ini sebagai upaya menambah pemasukan adalah, menjaga fisik dengan rajin berolahraga dan konsumsi makanan sehat. 

2. Usaha sampingan

Selain kerja sampingan, ada pula usaha atau bisnis sampingan. Bisa dikatakan, penghasilan dari usaha sampingan bisa jauh melebihi kerja sampingan, namun begitu pula dengan risikonya.  

Selain waktu, pikiran, dan tenaga, usaha sampingan tentu membutuhkan modal. Kekurangan modal bisa saja memaksa kita menggunakan dana pribadi untuk menjaga kelangsungan usaha.    

Baca Juga: Gaji Rp 5 juta? Ini pertimbangan beli rumah subsidi, komersial, atau tanah

3. Investasi di instrumen pendapatan tetap

Instrumen investasi pendapatan tetap seperti deposito atau surat utang negara maupun swasta akan memberikan imbal hasil tetap setiap bulan. Penghasilan dari investasi pun tergolong sebagai penghasilan pasif, yang artinya bisa Anda dapat tanpa mengorbankan waktu, pikiran, dan tenaga.

Namun patut diketahui dengan baik, besar kecilnya imbal hasil investasi ini sangat ditentukan dengan modal investasinya. Selain itu, meski deposito perbankan bisa ditarik kapan saja, ingatlah bahwa menarik sebelum jatuh tempo bisa terkena penalti. 

Bila Anda memang berniat menggunakan instrumen ini untuk menambah pemasukan, pastikan uang yang digunakan adalah uang dingin. Anda juga harus tetap memiliki aset lancar (tabungan, kas, dan setara kas) setara 15%-20% dari kekayaan bersih.

Pastikan, jumlah imbal hasil yang sudah diterima setelah dipotong pajak final bisa digunakan untuk membayar beberapa kebutuhan biaya hidup per bulan seperti tagihan internet, air, listrik, atau yang lainnya.

Baca Juga: Wall Street: Nasdaq dan S&P Tembus Rekor Baru Sejalan dengan Indeks Global MSCI

4. Trading saham
 
Trading saham tidak sama dengan investasi saham. Trader akan melihat sebuah saham layaknya komoditas yang harganya naik turun dan memanfaatkan momen itu untuk melakukan transaksi jangka pendek.

Keuntungan trading saham jangka pendek tentu bisa membantu menyehatkan arus kas bersih kita, namun di sisi lain risikonya pun tinggi. Karena, volatilitas harga saham dalam jangka pendek cukup tinggi dan tidak akan bisa ditebak. 

Bukan hanya modal yang harus Anda siapkan untuk bisa menjadi trader, melainkan juga mental dan pengalaman. Seorang yang belum mengenal saham dengan baik tentu tidak disarankan melakukan ini.

Bagi Anda yang ingin melakukan hal ini, kuasailah ilmu analisis teknikal dengan baik. Secara sederhana, analisis teknikal adalah teknis analisis yang ditujukan untuk mengamati pola-pola seperti data pasar, harga saham, dan volume transaksi saham.

Tentukan pula target profit dan stop loss serta siapkan waktu untuk memantau monitor selama jam perdagangan berlangsung.

Selanjutnya: ​4 Tips membeli mobil pertama bagi pasangan muda

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Editor: Virdita Ratriani

Terbaru