HOME

Potensi rugi sepekan 10% pasca harga emas Antam turun Rp 3.000 (10/7)

Sabtu, 11 Juli 2020 | 07:30 WIB   Reporter: Hasbi Maulana
Potensi rugi sepekan 10% pasca harga emas Antam turun Rp 3.000 (10/7)

ILUSTRASI. Petugas menunjukkan sampel emas batangan di Butik Emas Logam Mulia, Jakarta. ANTARA FOTO/Muhammad Adimaja/ama.

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Jumat (10/7) harga emas batangan bersertifikat di Logam Mulia milik PT Aneka Tambang (ANTM) turun Rp 3.000 per gram, dari sebelumnya Rp 940.000 per gram menjadi Rp 937.000 per gram.

Tanggal beli emas Antam Harga Emas per gram Harga Buyback per gram (10/7) Potensi Laba/Rugi
03 Juli 2020 Rp 928.000 Rp 835.000 -10.02% (rugi)
10 Juni 2020 Rp 881.000 Rp 835.000 -5.22% (rugi)
10 April 2020 Rp 938.000 Rp 835.000 -10.98% (rugi)
10 Januari 2020 Rp 777.000 Rp 835.000 7.46% (untung)
10 Oktober 2019 Rp 766.000 Rp 835.000 9.01% (untung)
10 Juli 2019 Rp 699.000 Rp 835.000 19.46% (untung)
10 April 2019 Rp 663.500 Rp 835.000 25.85% (untung)
10 Januari 2019 Rp 662.000 Rp 835.000 26.13% (untung)
10 Oktober 2018 Rp 615.086 Rp 835.000 35.75% (untung)

Sumber: Logam Mulia, diolah

Di lain sisi, harga buy back oleh Logam Mulia turun Rp 3.000 per gram, dari sebelumnya Rp 838.000 per gram menjadi Rp 835.000 per gram. Dengan demikian, selisih antara harga emas dan harga buyback hari ini adalah Rp 102.000 per gram.

Selama ini Antam menetapkan dua macam harga emas batangan produksinya: harga emas dan harga beli kembali (buyback).

Harga emas yang tercantum di atas adalah harga yang berlaku ketika kita membeli emas dari gerai Logam Mulia. Adapun harga buyback adalah harga yang berlaku ketika kita menjual emas kepada gerai Logam Mulia.

Jadi, jika pagi ini membeli emas dari Antam maka Anda harus membayar Rp 937.000 per gram. Kalau karena suatu sebab tiba-tiba Anda butuh uang sangat mendesak sehingga terpaksa menjual kembali emas tersebut pada siang atau sore hari, jangan kaget emas Anda cuma dihargai Rp 835.000 per gram oleh Logam Mulia.

Siapa saja perlu mencermati dua macam harga emas tersebut kalau benar-benar serius hendak menjadi investor emas batangan. Tanpa memperhitungkan perbedaan dua harga tersebut, bisa-bisa seorang investor emas salah menghitung potensi untung dan rugi.

Dengan selisih harga jual dan harga beli (spread) setebal itu, emas hanya cocok untuk investasi dalam jangka panjang. Secara jangka panjang kita berharap harga emas naik jauh lebih tinggi sehingga mampu menutup selisih harga jual dan harga buyback, sekaligus memberikan laba.

Sekadar ilustrasi, berikut ini kalkulasi potensi untung/rugi andaikata para investor emas lantakan pada beberapa kurun waktu.

Editor: Hasbi Maulana


Terbaru