Asuransi

Cocok buat investor yang konservatif banget

Senin, 07 Maret 2016 | 11:50 WIB   Reporter: Andi Muhammad Arief, Melati Amaya Dori
Cocok buat investor yang konservatif banget

JAKARTA. Investor pasti sudah hapal, kalau mau berinvestasi, juga harus siap rugi. Meski begitu, tetap saja investor bakal pusing tujuh keliling saat investasinya rugi. Atau kalaupun tidak rugi, tapi hasil investasinya tidak mencapai target. Apalagi kalau hasil investasinya di bawah inflasi.

Banyak penyebab hasil investasi tidak mencapai target. Misal, karena kinerja instrumen investasi tersebut memang jeblok dan fundamentalnya jelek. Atau bisa juga karena timing investor berinvestasi tidak tepat, sehingga hasil investasi tidak maksimal.

Dari hasil Manulife Investor Sentiment Index kuartal empat silam, terungkap sekitar 28% masyarakat Indonesia menyesal tidak berinvestasi di saat yang tepat. “Ini yang menjadi alasan Manulife Indonesia meluncurkan produk yang dilengkapi fitur proteksi di sisi investasinya,” kata Yufita Sari, Head of Product Management Manulife Indonesia.

Awal Januari lalu, dengan menggandeng Bank DBS Indonesia. Manulife Indonesia meluncurkan produk unitlink baru. Produk asuransi berbalut investasi ini diberi nama MiWealth Protection. Ini adalah unitlink yang ditujukan bagi nasabah yang ingin memproteksi diri sekaligus menyiapkan dana untuk masa pensiun.

Yang menarik, Manulife menempelkan fitur manfaat proteksi terhadap inflasi. Manfaat ini antara lain berupa kompensasi terhadap penurunan hasil investasi. “Jadi fitur unik kami bukan memberi garansi atas hasil investasi, tetapi memberi kompensasi,” kata Hans de Waal, Chief Partnership Business Officer Manulife Indonesia, saat peluncuran MiWealth, 6 Januari silam.

Besar perlindungan kinerja investasi ini adalah 0,5% dari masing-masing pilihan dana investasi. Kompensasi ini diberikan dengan syarat kinerja unitlink turun hingga di bawah benchmark yang ditetapkan Manulife Aset Manajemen Indonesia selaku pengelola investasi MiWealth Protection. Tapi, kompensasi ini baru mulai diberikan pada tahun keempat polis.

Nilai kompensasi penurunan inflasi tersebut memang kecil. Tapi, Manulife juga memberikan bonus lain bagi nasabah yang bisa mengurangi risiko penurunan hasil investasi, yakni bonus loyalitas. “Tambahan bonus ini diberikan jika nasabah sepakat untuk memilih menarik dana saat sudah masuk usia pensiun,” jelas Yufita.

Manulife mematok nilai bonus loyalitas sebesar 1% dari total nilai polis. Manfaat loyalitas ini akan diberikan setiap kelipatan akhir tahun ketiga polis, begitu seterusnya. Dengan demikian, harapannya nasabah bisa memperoleh dana maksimal saat pensiun.

Tampaknya, produk ini menarik, ya? Tapi, sebelum memutuskan memiliki produk ini, ada beberapa hal yang harus Anda pertimbangkan. Chief Executive Officer (CEO) sekaligus perencana keuangan dari OneShildt Financial Consulting Budi Rahardjo mengingatkan, MiWealth adalah produk unitlink. “Orang yang memilih unitlink harus sadar bahwa produk yang mereka beli tidak fokus ke proteksi lagi, tapi juga sudah masuk ke investasi,” cetus Budi.

Jadi, di unitlink, sebagian uang yang disetor akan digunakan sebagai premi asuransi, sebagian lagi untuk investasi. Dengan demikian, dengan asumsi besar uang setoran yang sama, unitlink tidak bisa memberi uang pertanggungan dengan nilai sebesar asuransi murni. Selain itu, unitlink juga tidak bisa memberi hasil investasi sebesar produk investasi murni.

Karena itu, produk unitlink kurang cocok bagi Anda yang mengharapkan uang pertanggungan besar dengan premi tidak terlalu besar. Investor yang mengharapkan imbal hasil agresif juga sebaiknya tidak memanfaatkan unitlink untuk berinvestasi. “Meski ada kompensasi 0,5%, kompensasi ini lebih seperti bantalan peredam. Apalagi di tengah pasar seperti saat ini, sulit memprediksi potensi penurunan hasil investasi,” jelas Budi.

Selain mempertimbangkan karakter dalam berinvestasi, nasabah juga perlu memperhatikan rencana keuangannya. Cermati apakah uang pertanggungan dan hasil investasi yang ditawarkan unitlink ini sesuai dengan tujuan keuangan di masa mendatang.

Bila perhitungan hasil investasi tidak mencukupi rencana keuangan, ada baiknya mencari investasi yang lebih cocok. Tapi bila hasil investasi yang ditawarkan masih masuk dalam hitungan rencana keuangan, nasabah bisa memanfaatkan unitlink ini untuk diversifikasi investasi.

Budi menyebut, produk unitlink lebih cocok untuk nasabah yang memiliki karakter tidak mau ribet mengurusi investasi dan asuransi. Nah, buat nasabah yang memilih memiliki unitlink, perencana keuangan menyarankan agar mempelajari baik-baik polis unitlink tersebut. Pelajari juga instrumen yang jadi aset dasar investasi.

Silakan pikir-pikir!


Editor: Harris Hadinata


Terbaru