KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Zaman sekarang, orang tentu sudah tidak asing lagi mendengar kata asuransi. Kesadaran memiliki asuransi juga sudah cukup baik.
Ini terlihat dari hasil Manulife Asia Care Survey 2026, yang mendapati orang dewasa Indonesia rata-rata berencana mengalokasikan 60% aset finansial untuk mendukung kemandirian finansial mereka sendiri dan 40% sebagai warisan bagi anak dan keluarga.
Kendati begitu, masih banyak orang yang bingung ketika hendak memilih asuransi. Kondisi ini terlihat dari hasil Survei Nasional Literasi dan Inklusi Keuangan 2026 yang dilakukan Otoritas Jasa Keuangan, bersama Badan Pusat Statistik dan Lembaga Penjamin Simpanan.
Berdasarkan hasil survei tersebut, tingkat literasi asuransi di Indonesia tercatat turun menjadi 42,84% pada 2026, dari sebelumnya 45,45% pada 2025. Sementara tingkat inklusi asuransi meningkat menjadi 29,55% dari 28,50% pada periode yang sama.
Baca Juga: Tabel Harga Emas Batangan Antam (12/10), Cek Semua Ukuran
Sama seperti ketika memilih instrumen keuangan lain, ketika memilih produk asuransi, khususnya asuransi jiwa, untuk Anda dan keluarga, idealnya produk yang dipilih disesuaikan kebutuhan. “Kebutuhan keluarga tentu menjadi salah satu pertimbangan utama dalam perencanaan finansial,” tutur Shierly Ge, Chief Marketing Officer Manulife Indonesia, dalam keterangan resmi, Kamis (22/10/2026).
Shierly menambahkan, perlu juga memahami prioritas dan risiko yang dihadapi saat memilih produk asuransi. “Dengan memahami prioritas dan risiko yang dihadapi, keluarga dapat mengambil langkah yang lebih relevan di setiap tahap kehidupan,” imbuh Shierly.
Ada beberapa hal yang perlu Anda pertimbangkan ketika ingin memilih asuransi jiwa. Pertama, Anda perlu mengenali kondisi kesehatan serta kondisi finansial Anda dan keluarga.
Mengetahui kondisi kesehatan merupakan bagian penting dari evaluasi. Asal tahu saja, menurut temuan dalam Manulife Asia Care Survey, 16% responden dewasa di Indonesia belum pernah menjalani pemeriksaan kesehatan menyeluruh oleh tenaga medis profesional.
Pemeriksaan berkala dan pemahaman atas riwayat kesehatan dapat membantu Anda mengetahui risiko apa yang membutuhkan perlindungan, sekaligus memperkirakan dampak finansialnya.
Baca Juga: Gajian Numpang Lewat? Yuk, Berkenalan dengan Metode 50/30/20!
Kedua, dari hasil pemetaan penghasilan, Anda bisa memperhitungkan asuransi yang Anda butuhkan. “Perlindungan asuransi dapat menjadi bagian dari mitigasi risiko untuk membantu menjaga kondisi finansial keluarga ketika pencari nafkah tidak lagi dapat menjalankan perannya seperti biasa, sesuai dengan manfaat, risiko yang ditanggung, ketentuan polis, serta proses klaim yang berlaku,” sebut Shierly.
Pastikan asuransi yang dipilih memberi mitigasi atas risiko gangguan mendapat penghasilan yang menopang kebutuhan sehari-hari, pendidikan, cicilan, dan tujuan keluarga lainnya. Jangan lupa, ketika sumber penghasilan terganggu karena sakit, kecelakaan, atau risiko lain, seluruh rencana tersebut dapat ikut terdampak.
Ketiga, pertimbangkan juga rencana finansial jangka panjang Anda dan keluarga. Kebutuhan keluarga berubah seiring waktu. Karena itu, rencana pendidikan, masa pensiun, dan warisan perlu ditinjau secara berkala, setidaknya setahun sekali atau ketika kondisi keluarga berubah.
Percakapan terbuka membantu setiap anggota keluarga memahami prioritas dan perannya. Ini sejalan dengan temuan survei bahwa 82% orang dewasa di Indonesia percaya percakapan yang terbuka dan jujur mengenai masa tua dan pensiun dapat membantu meningkatkan kesejahteraan.
Baca Juga: Cara Mengatur Kebutuhan Pokok Bulanan Tanpa Boncos (Rumus 50% Gaji)
Sebelum mengambil keputusan, pahami manfaat, biaya, risiko, pengecualian, dan jangka waktu produk yang dipertimbangkan.
Selain itu, jangan sampai lupa, Anda juga perlu mengumpulkan dana darurat. Ini bisa dilakukan secara berharap melalui alokasi rutin.
Dana darurat berfungsi sebagai bantalan finansial ketika muncul kebutuhan mendesak, seperti biaya pengobatan, perbaikan rumah, atau gangguan penghasilan. Idealnya, target awal dana darurat sekitar tiga hingga enam bulan pengeluaran.
Besaran dana darurat perlu disesuaikan dengan kondisi setiap keluarga, termasuk jumlah tanggungan dan kestabilan penghasilan. Agar siap digunakan saat dibutuhkan, dana darurat sebaiknya ditempatkan pada instrumen yang aman, likuid, dan mudah diakses.
Kalau Anda masih kesulitan menentukan asuransi yang cocok, Anda bisa mencari bantuan tenaga profesional, termasuk agen. Tenaga professional dapat membantu mengidentifikasi kesenjangan perlindungan, dan menjelaskan pilihan berdasarkan tujuan serta kemampuan finansial keluarga.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News