3 Strategi agar bisnis bisa bertahan di masa pandemi

Kamis, 21 Januari 2021 | 09:03 WIB Sumber: Kompas.com
3 Strategi agar bisnis bisa bertahan di masa pandemi

ILUSTRASI. Setidaknya ada tiga hal yang perlu diperhatikan para pelaku usaha agar bisa bertahan di tengah pandemi. KONTAN/Baihaki


KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Hampir semua sendi kehidupan terpukul pandemi. Hal terjadi di berbagai belahan dunia, tak terkecuali di Indonesia. Tidak sedikit sektor yang sangat terpukul lantaran tidak adanya omzet. 

Khususnya para pelaku usaha bisnis, banyak yang mengalami penurunan omzet yang mengharuskan mereka untuk gulung tikar. 

Untuk bisa bertahan, CEO Zode, Edward D mengatakan, setidaknya ada tiga hal yang perlu diperhatikan para pelaku usaha agar bisa bertahan di tengah pandemi. 

Pertama, terus melakukan inovasi dan tanggap terhadap kebutuhan market online sehingga pelanggan makin loyal terhadap produk. 

Baca Juga: Pandemi bikin operasional bank jadi tak efisien

Kedua, para pengusaha harus mengetahui dan menguasai nilai keunikan dari produk yang dikeluarkan. Jika hal itu sudah menyatu dengan konsumen, otomatis hal ini menjadi identitas dari brand yang dikembangkan. 

Ketiga, pelaku usaha harus cekatan dalam menangani keluhan dari para pelanggan. Hal ini akan memiliki nilai baik untuk meningkatkan loyalitas terhadap suatu produk. 

Baca Juga: Pertumbuhan ekonomi dan bisnis digital bakal berlanjut, simak rekomendasi para pakar

“Dalam hal ini kami selalu memperhatikan purna jual dari produk yang kami jual," ujar Edward dalam keterangan tertulisnya, Rabu (20/1/2021). 

Selain itu, menurut Edward, dirinya selalu belajar dari kompetitor, baik terkait kesalahan yang dilakukan kompetitor maupun kesuksesan yang diraih kompetitor.

"Kompetitor itu bukan musuh ataupun saingan, tapi guru yang memiliki banyak hal untuk dipelajari,” kata dia. 

Edward pun menceritakan pengalamannya saat membangun usaha di bidang fashion, khususnya sepatu wanita. Dia baru resmi mendirikan brand Zode pada tiga bulan lalu. 

Baca Juga: Tingkatkan daya saing, Menteri Teten dorong UMKM bermitra dengan usaha besar

Saat ini, pegawainya sudah lebih dari 50 orang. Menurut dia, penjualannya meningkat hingga 250 persen dalam tiga bulan terakhir. Usaha yang dibangunnya ini diciptakan khusus untuk segment online market, sehingga brand Zode saat ini tidak mempunyai toko offline. 

“Brand kami lebih memfokuskan untuk menjalin kerjasama bersama platform e-commerce di Indonesia dalam pengembangan bisnis. Strategi ini merupakan salah satu kunci keberhasilan brand Zode untuk terus berkembang dengan cepat di saat pandemi seperti ini," ucap dia. 

Baca Juga: Kapan ekonomi RI bangkit? Ini prediksi Menteri Keuangan Sri Mulyani

Edward menjelaskan mengapa akhirnya memutuskan untuk menggeluti bisnis sepatu wanita. Sebab, menurutnya Indonesia merupakan salah satu negara yang memiliki kekuatan Small Medium Enterprises (SME) di bidang sepatu wanita, sehingga dari sisi kualitas, bahan dan pengerjaan tidak perlu diragukan lagi. 

Brand Indonesia juga mudah diterima di kawasan Asia, khususnya Asia Tenggara. Bahkan target Edward, brand Zode bisa menembus kawasan Asia Tenggara pada tahun 2024. 

"Kami memilih segmen menyasar kalangan perempuan dengan rentang usia 18-35 tahun. Rentang usia ini lebih konsumtif dibanding pria ataupun wanita yang berusia di atas,” ungkap Edward.

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Ini 3 Strategi Agar Bisnis Bisa Bertahan di Masa Pandemi Covid-19"
Penulis : Akhdi Martin Pratama
Editor : Ambaranie Nadia Kemala Movanita

 

Selanjutnya: Pandemi bikin operasional bank jadi tak efisien

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Editor: Barratut Taqiyyah Rafie

Terbaru