: WIB    --   
indikator  I  

Nikmati kesempatan kala pebisnis berebut pelanggan

Nikmati kesempatan kala pebisnis berebut pelanggan

JAKARTA. Dewasa ini, perusahaan yang bergumul di bisnis penjualan eceran (ritel) semakin agresif mengepakkan sayap bisnis. Di kota-kota besar seperti Jakarta, misalnya, banyak perusahaan ritel gencar membuka gerai-gerai baru.

Bagi konsumen atau penikmat jalan-jalan, tentu ini kabar yang menggembirakan. Mereka memiliki banyak pilihan tempat belanja. Namun, di sisi lain, terjadi persaingan antar-perusahaan ritel memperebutkan pengunjung. Maklum, pengelola pusat belanja berkepentingan menarik pengunjung sebanyak mungkin.

Beragam strategi pun mereka siapkan guna menghadapi ketatnya persaingan. Perang diskon menjadi ritual rutin di tengah sengitnya persaingan.

Tak cuma rajin menyediakan diskon, toko-toko modern tersebut juga gencar menawarkan kartu keanggotaan (membership card). Bagi mereka, menerbitkan kartu membership cukup menguntungkan karena mereka bisa mengetahui pelanggan setianya berikut pola belanjanya.

“Untuk memiliki kartu pelanggan harus mengisi formulir pendaftaran kartu, sehingga kami tahu siapa pelanggan kami. Dengan begitu, ada kedekatan antara kami dan customer,” kata Abdul Hamid, Membership Supervision Ace Hardware Indonesia.

Makanya, kini hampir semua perusahaan ritel menerbitkan kartu keanggotaan. Matahari Department Store, misalnya, merilis kartu Matahari Club Card. Toko perkakas Ace Hardware menerbitkan kartu Ace Rewards. Depo Bangunan juga meluncurkan Depo Card bagi para pelanggan setia.

Perang kartu pelanggan itu sebenarnya menguntungkan konsumen. Meski kartu tersebut tidak berfungsi sebagai alat pembayaran, toh konsumen bisa mendapatkan berbagai fasilitas dari perusahaan ritel yang menerbitkan kartu. Misalnya, mereka bisa mendapat harga miring, cashback, poin yang bisa ditukarkan dengan hadiah tertentu, sampai mendapat undian berhadiah.

Kelebihan lain, kartu keanggotaan ini tidak terhubung dengan rekening pemilik kartu. Dengan begitu kartu bisa digunakan oleh siapa pun. Penambahan poin juga bisa lebih fleksibel. Hanya saja, risiko tetap dipegang oleh pemegang kartu.

Selain kartu membership, ada juga perusahaan yang menawarkan kartu kredit co-branding. Para pengguna kartu kredit jenis ini bisa mendapatkan fasilitas tambahan dari perusahaan yang menjadi partner bank penerbit kartu.

Konsumen harus tetap selektif memilih kartu

Meski sepintas menggiurkan, Joannes Widjajanto, perencana keuangan dari Shildt Financial Planning menyarankan agar konsumen tetap selektif memilih membership. “Pilihlah sesuai dengan kebutuhan supaya tidak mubazir,” kata dia.

Silakan pilih kartu member toko yang paling sering Anda kunjungi, misalnya pusat belanja perlengkapan rumahtangga. Dengan menjadi anggota di tempat belanja yang sering dikunjungi, semakin besar manfaat yang bisa Anda dapatkan.

Sebaliknya, manfaat berkurang jika tempat belanja tersebut jarang disambangi. Padahal, setiap tahun, pemegang kartu harus membayar iuran tahunan. Apalagi, kartu juga memiliki masa kedaluwarsa. Jika sudah kedaluwarsa, member harus mengeluarkan uang lagi untuk mengaktifkan kartu tersebut dan menikmati fasilitas yang tersedia.

Agar penggunaan kartu maksimal, ada baiknya Anda memanfaatkan poin-poin yang diperoleh untuk berbelanja. Beberapa pemegang kartu member mengabaikan poin ini. Tetapi, ada juga yang sangat peduli dan sengaja menimbun poin ini bak harta karun. Ini bisa berefek pada kebangkrutan lantaran Anda akan terdorong belanja barang ini-itu yang tidak perlu, demi mengejar poin. “Ini malah bisa membuat Anda tekor hanya karena ingin menambah poin,” ujar Joannes.

Ingat, bagaimanapun nilai poin yang Anda terima tidak mungkin melebihi nilai uang yang harus Anda bayarkan. Jadi, tetaplah bijak berbelanja, biarpun di dompet Anda telah terselip beberapa kartu membership sekaligus.

Lain cerita kalau Anda memang harus sering berbelanja ke merchant tersebut untuk membeli barang-barang tertentu sebagai penunjang bisnis atau pekerjaan. Kartu membership akan sangat berguna. Anda bisa mengumpulkan poin tanpa perlu mengada-ada berbelanja.
Nah, bagaimana menyikapi penawaran kartu co-branding?

Perusahaan penerbangan cukup gencar menawarkan kartu kredit jenis ini. “Karena di-bundling dengan kartu kredit, benefitnya lebih luas,” kata Joannes. “Tapi kalau tak terlalu dibutuhkan, tidak perlu memegang terlalu banyak kartu kredit,” tambahnya.

Kalau Anda jarang-jarang bepergian dengan pesawat terbang, maka nilai lebih kartu co-branding ini tak terlalu relevan dijadikan pertimbangan saat Anda hendak memilih kartu kredit. Prinsip serupa juga berlaku jika Anda mendapatkan penawaran kartu co-branding yang diterbitkan perusahaan-perusahaan lain.


Reporter Sanny Cicilia, Havid Vebri
Editor Dupla KS

KIAT KOCEK

Feedback   ↑ x
Close [X]